Biro Klasifikasi Indonesia Siap Daftar IACS Di London

Bisnis.com, JAKARTA–Persiapan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) untuk ‘Go International’ menjadi International Association Classification Societies (IACS) telah mencapai 100% sehingga tim BKI memutuskan berangkat ke London untuk mendaftarkan diri pada 6 Juli 2016.

Kadiv Manajemen Strategis PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Jeffrey B. Massie mengatakan tim BKI akan langsung bertemu dengan Secretary General IACS, Robert Asdown dan Quality Secretary IACS, Peter Williams, pada 7 Juli 2016.

Adapun tim BKI yang terdiri dari Dirut BKI, Manstra, Kepala Cabang Pontianak, Kepala Cabang Banten dan Komite Kebijakan Publik Kemenhub Marsetio.

“BKI akan menyerahkan semua dokumen-dokumen yang sebelumnya telah dipersiapkan BKI”, katanya, Kamis (30/6).

Lebih lanjut, Jeffrey mengatakan tim BKI akan menyerahkan semua dokumen persyaratan menjadi anggota IACS, kemudian selama lebih kurang dalam jangka waktu 10 bulan akan direview oleh IACS.

Dalam waktu 10 bulan, dokumen yang diserahkan BKI akan diverifikasi oleh IACS untuk melihat pemenuhan kriteria yang dipersyaratkan asosiasi klas dunia ini.

Dia mengatakan dalam waktu satu bulan pertama akan direview, kemudian akan diinformasikan apa saja yang harus dilengkapi oleh BKI.

Kemudian dalam jangka waktu tiga bulan kedepan, dokumen tersebut akan diajukan IACS dalam sebuah pertemuan council IACS. Selanjutnya, selama enam bulan ke depan peraturan BKI akan diverifikasi oleh IACS.

Pada awal bulan lalu, Dirut PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Rudiyanto mengaku persyaratan tahap pertama untuk menjadi anggota IACS telah terpenuhi sehinga kesiapan BKI telah mencapai 50%.

“Tahap kedua tentunya yang masih merah, ada namanya otorisasi dan lain sebagainya. Itu yang harus kita dapatkan untuk lolos tahap kedua,” ungkapnya dalam Majelis BKI, Rabu (01/06).

Terkait verifikasi IACS terhadap proposal BKI, Rudiyanto menargetkan waktu penyelesaian hingga satu tahun. Menurutnya, IACS rata-rata paling cepat memproses keanggotaan klasifikasi negara lain sekitar enam sampai delapan bulan.

‘Kita berharap setahun kita sudah bisa mendapatkan. Karena ada rata-rata paling cepat itu enam sampai delapan bulan. Jadi kita harapkan satu tahun sudah menjadi referensi,” katanya.

Adapun manfaat menjadi anggota IACS yakni tiap anggota wadah badan klasifikasi kelas dunia ini dapat memberikan instruksi tentang peraturan yang sesuai dengan standar internasional di IMO. Selain itu, BKI akan diakui secara internasional dalam pelaksaanan kegiatan jasa klasifikasi.

Adapun manfaat bagi industri pelayaran, kapal-kapal Indonesia akan diakui pada saat berlayar ke negara lain karena sudah diakui oleh IACS requirements.

Sumber : bisnis.com

Leave a Reply