INSA

INSA Pertanyakan Kesiapan Pemerintah Siapkan SDM Pelaut Untuk Kapal Negara

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ketua Umum DPP INSA Johnson W.Sutipto mengapreasi kebijakan Pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan membangun ratusan kapal negara baik kapal navigasi,paroli KPLP, kapal perintis serta kapal ternak.

“Kebijakan itu sangat bagus, menggairahkan industri nasional khususnya galangan kapal. Membuka lapangan kerja baru dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga masyarakat,” kata Johnson kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Kamis (28/1/2016) malam.

Kendati begitu, menurut dia, yang perlu difikirkan bersama adalah bagaimanya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) atau anak buah kapal (ABK) yang akan mengoperasikan kapal-kapal tersebut. “SDM itu juga harus disiapkan sejalan dengan proses pembangunan kapal yang konon mencapai 180 unit sampai 2019 mendatang,” jelas Johnson.

Menurutnya dia, kapal-kapal negara yang baru dibangun itu harus diawaki dan dioperasikan oleh SDM yang profesional dan mempunyai sertifikasi yang jelas.

“Apa benar Pemerintah sudah menyiapkan mereka semua? Butuh waktu danproses untuk mendidik dan menyiapkan SDM pelaut yang profesional itu,” terang Johnson yang juga pengusaha galangan kapal Marina bahagia itu.

Jika mau semua kapal bisa beroperasi dengan baik dan benar, saran Johnson, maka Kemenhub harus menyiapkan SDM pelaut andal untuk kapal-kapal negara yang akan segeradiserahkan secara bertahap itu.

“Sejalan dengan pembangunan kapal di beberapa galanbgan kapal dalam negeri, maka SDM juga harus disiapkan sejak sekarang. Pada saatnya kapal itu diserahkan sudah ada SDM yang akan mengoperasikan untuk melayani masyarakat,” kilah putra Palembang itu lagi.

Program Alih Profesi

Sebelumnya, Kepala BPSDM Perhubungan Wwahju Satrio Utomo, SH, M.Si mengatakan, pihaknya akan menawarkan orogram alih profesi para PNS Kemenhub untuk menjadi pelaut dan disiapkan untuk mengoperasikan kapal-kapal negara tersebut.

“Program alihprofesio itu sudah mulai jalan, masing-masing 60 siswa atau dua kelas di PIP Semarang dan 30 siswa di BP2IP Tangerang. Mereka adalh PNS Kemenhub yang mengikuti pendidikan khusus pelaut baik program ANT atau ATT,” papar Tommy, sapaan akrab dia.

Seperti diketahui, tambah Tommy, Pemerintah termasuk Kemenhub melakukan moraturium penerimaan PNS baru. Sementara, fakta di lapangan butuh SDM baru untuk mengoperasikan kapal-kapala negara tersebut.

“Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan program alih profesi ini. Kebijakan ini bukan hanya dilakukan untuk SDM pelaut, tapi juga untuk menyoapkan pilot dan instruktur penerbangan di sekolah-sekolah pilot di Indonesia,” tegas Tommy.(helmi)

Sumber : beritatrans.com

Leave a Reply