Jokowi: Melalui Diklat, 575.000 Pelaut Indonesia Penuhi Persyaratan IMO

LONDON (BeritaTrans.com) – Indonesia, menurut Presiden Jokowi, berkomitmen untuk terus aktif dalam menjalankan pendidikan dan pelatihan maritim sebagai negara dengan jumlah pelaut terbesar kedua di dunia.

“Dengan jumlah anak kapal sebanyak 575.000 (pelaut, red) kami telah memenuhi berbagai persyaratan internasional, melalui pelatihan dan pendidikan (diklat), serta kerja sama teknik dengan IMO,” tutur Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato di hadapan peserta Marine Environment Protection Committee (MEPC) di Gedung International Maritime Organization (IMO) London, Inggris (19/4).

Saat ini, tambah Presiden, Indonesia juga aktif bekerja sama dengan IMO untuk mewujudkan lautan yang bersih. “Tahun lalu kami telah meratifikasi Konvensi Internasional Untuk Pengendalian dan Manajemen Air Balas dan Sedimen dari Kapal tahun 2015,” Presiden menjelaskan.

Khusus mengenai pencegahan polusi laut, lanjut Presiden, Indonesia terus mendorong penyusunan regulasi internasional yang lebih baik dan komprehensif.

“Secara khusus, saya ingin mengingatkan anda semua, polusi laut dapat juga diakibatkan oleh eksplorasi dan eksploitasi anjungan minyak lepas pantai. Saat ini, kita belum memiliki regulasi yang mengatur tanggungjawab dan kompensasi terhadap polusi lintas batas yang diakibatkan oleh aktivitas itu,” Presiden menegaskan.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia telah berinisiatif mengajukan peraturan internasional untuk mengatasi persoalan ini. “Indonesia berpandangan, masa depan kesejahteraan dunia terletak pada bagaimana kita mengelola laut dan masa depan itu dapat kita raih dengan menjaga laut sebagai milik bersama semua bangsa melalui kerja sama internasional, khususnya melalui IMO,” pungkas Presiden Jokowi akhiri pidatonya.

Dalam kesempatan sidang IMO tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Seskab Pramono Anung, dan Mendag Thomas Lembong. (gus).

Sumber : beritatrans.com

Leave a Reply