Kapal Listrik Gokhan Bey Terangi Kupang Sebelum Natal

TRIBUNMANADO.CO.ID, KUPANG -Kapal Pembangkit Listrik Karadeniz atau Karadeniz Powership Gokhan Bey Marine Vessel Power Plant (MVPP) telah tiba di Kupang pada 16 Desember 2016.

Menurut Hendri Satrio, Act Communication Advisor PT Karpowership Indonesia melalui rilis yang diterima Tribun Manado, Rabu (21/12/2016), kapal berdaya 125 megawatt (MW) ini akan memasok listrik ke sistem interkoneksi kelistrikan di kawasan Nusa Tenggara Timur.

COD (commercial operation date) atau tanggal operasional dari kapal pembangkit listrik Gokhan Bey direncanakan 22 Desember 2016, yang akan membuatnya menjadi salah satu proses operasi (commissioning) tercepat di industri ini.

Semua persiapan administrasi dan keamanan sedang diselesaikan untuk mendukung beroperasinya Kapal Pembangkit dari mulai terhubung ke jaringan listrik hingga menghasilkan tenaga listrik.

Karpowership bekerja sama dengan PLN untuk memastikan sinkronisasi secara cepat agar proyek ini dapat beroperasi segera sehingga mampu beroperasi dengan kekuatan penuh antara hari Natal dan Tahun Baru.

Gokhan Bey adalah kapal pembangkit kedua yang akan beroperasi di Indonesia setelah Zeynep Sultan yang telah beroperasi di wilayah Amurang, Sulawesi Utara.

Setelah Gökhan Bey, menurut recana akan ada tiga kapal pembangkit lain yang akan dikirim ke Belawan (Sumatera Utara), Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Ambon (Maluku), dengan kapasitas tenaga listrik sesuai kontrak masing-masing 240 MW, 60 MW, 60 MW.

Gökhan Bey, sama seperti Zeynep Sultan, mampu memberikan daya listrik yang lebih murah karena mesinnya lebih efisien dan dapat beroperasi dengan HFO (heavy fuel oil), yang jauh lebih murah daripada HSD (high speed diesel).

Selain itu, kapal ini juga bersifat fleksibel dalam hal bahan bakar karena dapat beroperasi dengan keduanya baik LNG dan HFO. Fleksibilitas ini akan membantu PLN guna mengoptimalkan pembauran energi.

Namun, hal yang paling penting adalah bahwa kapal pembangkit listrik ini tidak perlu pasokan listrik eksternal (black start), sehingga teknologi ini sangat cocok digunakan untuk memasok listrik ke pulau-pulau yang beban listriknya berfluktuasi.

Kapal pembangkit listrik Gökhan Bey menggunakan teknologi mutakhir, mampu memberikan efisiensi tertinggi dan memenuhi standar desain internasional.

Gökhan Bey akan dioperasikan oleh PT Karpowership Indonesia, anak perusahaan Karpower Internasional di Turki. Sementara itu, PT Karpowership, bersama dengan mitra-mitra bisnis dan pemasok di Indonesia, berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia, dan akan meningkatkan peran serta kemampuan masyarakat lokal.

Baru-baru ini, PT Karpowership, pemilik dan operator Karadeniz Powership Zeynep Sultan 125 MW yang terletak di Amurang, Sulawesi Utara dan Karadeniz Powership Gökhan Bey 125 KW yang terletak di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan PT PAL Indonesia telah menandatangani MoU untuk memperluas operasi PT Karpowership di Indonesia, di luar kapal pembangkit yang sudah ada.

PT PAL Indonesia akan berkontribusi pada pembangunan armada Kapal Pembangkit terbesar di dunia. Dengan eksklusivitas ini, PT PAL Indonesia akan mendapat transfer teknologi dalam bidang desain, pengadaan alat, konstruksi, transportasi, instalasi, pengawasan/pengujian dan pemeliharaan Kapal Pembangkit dengan total sebesar 5.000MW selama 7 tahun ke depan.

Semua ini telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam mendukung rencana pengadaan energi induk sebesar 35.000 MW.

Sumber : tribunnews.com

Leave a Reply