Pertamina Beli Dua Kapal Tanker US$ 62 juta

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) kembali menambah armada kapal tanker. Setidaknya, ada dua kapal yang dibeli Pertamina berkonsep Eco-Ship, yaitu MT Sanana dan MT Serui.

Kedua kapal itu memiliki bobot mati masing-masing 40.000 long ton dead weight (LTDW). Adapun nilai investasi kedua kapal sekitar US$ 62 juta.

Serah terima kapal dilakukan kemarin (27/3) oleh New Times Shipbuilding kepada Pertamina, yang diterima secara simbolik oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Nantinya, kedua kapal yang merupakan sister ship dari MT Sanggau akan digunakan untuk mengangkut minyak mentah ke kilang-kilang Pertamina.

Kapal dengan investasi masing-masing US$ 31 juta tersebut mampu mengangkut minyak mentah maksimal 315.000 barel atau jauh lebih besar dibandingkan dengan kapal regular dengan bobot sama yang hanya sanggup mengangkut sekitar 200.000 barel.

Menurut Dwi, dengan konsep Eco-Ship, kapal ini memberikan keuntungan yang lebih besar bagi Pertamina jika dilihat dari sisi daya angkut. Sebab meningkatkan efisiensi biaya transportasi minyak mentah sehingga produk akhir Pertamina dapat memiliki daya saing yang tinggi

“Di mana total cost transportasi menjadi pertaruhan Pertamina dalam persaingan bisnis hilir migas,” kata Dwi dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (27/3).

MT Sanana, MT Serui, dan MT Sanggau yang diambil dari nama-nama Terminal BBM Pertamina di Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat tersebut dibangun oleh Newtimes Shipbuilding Co. Ltd, yang berlokasi di Jingjiang, Provinsi Jiangsu, China.

Kehadiran MT Sanana dan MT Serui menjadikan jumlah armada milik Pertamina kini mencapai 68 dari total 273 kapal pengangkut energi yang dioperasikan Pertamina untuk menjamin ketahanan energi nasional.

MT Sanana dan MT Serui akan berlayar menuju pelabuhan di Indonesia pada akhir Maret dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir April 2016, atau lebih cepat lima pekan dari target semula.

Hingga akhir 2016, Pertamina direncanakan akan memiliki 72 unit kapal yang berstatus milik. Sebanyak 34 unit kapal atau 47% merupakan kapal yang diproduksi oleh galangan kapal nasional, di mana 30 unit di antaranya telah beroperasi dan 4 unit masih dalam tahap konstruksi.

Reporter Juwita Aldiani
Editor Barratut Taqiyyah
Sumber : kontan.co.id

Leave a Reply