PT Pelni Datangkan Kapal Kargo Senilai Rp 63,4 Miliar

WARTA KOTA, SUKABUMI – Pertengahan Desember ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan mendatangkan satu buah kapal bekas dari turki. Kapal cargo ini diperuntukan untuk pengembang proyek tol laut 2017.

Direktur Komersial PT Pelni Harry Boediarto mengatakan, akan menambah 6 kapal cargo dalam program tol laut. Dana pembelian kapal berasal dari Penanaman Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 500 miliar dari pemerintah.

Namun, dari 6 rencana kapal baru, hingga saat ini baru mendapatkan 1 kapal yang berasal dari Turki. Kapal tersebut senilai Rp 63,4 miliar sehingga dari Rp 500 miliar, masih terdapat sisa Rp 436,6 miliar yang di-carry over atau dialihkan ke tahun depan. Dengan demikian, sisa 5 kapal tersebut akan dibeli pada tahun 2017.

Melihat kondisi pelabuhan Indonesia Timur yang tidak memiliki crane untuk aktifitas bongkar muat, membuat Pelni mengalami kesulitan menemukan kapal yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

“Kapal dari Turki itu berkapasitas kontainer 350 teus, kapasitasnya pakai gear sendiri. Itu cocok untuk pelabuhan kecil di Indonesia Timur, belum ada crane di daratnya jadi harus ada crane kapal,” kata Harry.

Sedangkan jika membeli kapal baru membutuhkan waktu 1-2 tahun lagi untuk memilikinya sementara program tol laut itu harus tetap berjalan. Dengan demikian, jika pemerintah menunggu kapal baru maka harus menyewa kapal agar program tol laut tetap berjalan.

“Capex akan beli kapal harusnya tahun ini, tapi kita baru dapat 1 karena susah nyari kapal bekas, sulit nggak kayak mobil pabrik,” kata Harry.

Sementara itu, Corporate Secretary Pelni, Didik Dwi Prasetio mengatakan, kapal dari Turki tersebut rencananya akan tiba di Singapura pada 14 Desember nanti. Kapal tersebut akan berada di Singapura selama 5 hari, di mana pada tanggal 23 Desember ditargetkan telah sampai di Jakarta.

“Pembelian kapal dari Turki rencana tiba di Singapura 14 Desember, itu kurang lebih 5 hari di Singapura, awalnya kapal itu berbendera Turki akan diganti jadi merah putih, nanti nama kapalnya akan kami ganti. Berangkat dari Singapura tanggal 19 Desember, baru 23 Desember datang di Jakarta setelah itu diresmikan,” kata Didik.

Kapal tersebut akan berkapasitas 350 teus. Nantinya akan digunakan untuk melayani beberapa trayek tol laut pada 2017.

“Nanti akan ada kapal kontainer dengan kapasitas 350 teus, nanti akan melayani beberapa trayek tol laut di 2017. Nanti ada tambahan 3 trayek lagi yang akan di lelang di selanjutnya,” kata Didik. (Joko Supriyanto)

Sumber : tribunnews.com

Leave a Reply