Samudera Indonesia Bangun Terminal Peti Kemas Rp 500 M

Jakarta – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) akan membangun terminal peti kemas senilai Rp 500 miliar. Ekspansi ini akan direalisasikan lewat anak usahanya, PT Samudera Terminal Indonesia (STI).

“Kapasitas terminal baru ini yang ditargetkan dibuka tahun ini memiliki kapasitas sebesar 230 ribu TEUs atau sama dengan terminal peti kemas Pelaran,” jelas Komisaris Samudera Indonesia Bani Mulia kepada Investor Daily di Jakarta,Senin (1/2). Saat ini, kapasitas terminal peti kemas Palaran mencapai 230.000 TEUs dan akan dinaikkan menjadi 330.000 TEUs.

Saat ini, menurut dia, Samudera Indonesia sedang menjajaki lokasi pembangunan terminal baru tersebut. Lokasi pembangunan yang dipilih berada di wilayah kota lapis kedua, seperti Dumai, Pontianak, Batam, dan Balikpapan. Sebagai informasi, perseroan telah mengoperasikan tiga terminal di Tanjung Priok, Jakarta.

Bani menambahkan, perseroan akan memfokuskan bisnis utama STI di segmen jasa peti kemas dan pelabuhan atau berbeda dengan bisnis utama perseroan bidang pelayaran. Penguatan STI juga sebagai upaya perseroan untuk merealisasikan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dalam lima tahun ke depan.

Tahun ini, Samudera Indonesia menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 150 juta. Sekitar US$ 150 juta akan digunakan untuk membiayai ekspansi STI dan sisanya untuk penambahan armada.

Bani mengatakan, perseroan berencana untuk membeli minimal lima armada kapal dari beragam jenis, mulai dari kontainer hingga tanker. “Satu kapal kontainer berkapasitas 1.100 TEUs sudah dikirim dari Jepang,” imbuhnya.

Selain itu, satu kapal baru berkapasitas 2.000 TEUs dijadwalkan sudah tiba pada April 2016. Perseroan juga akan mendatangkan kapal dari Tiongkok dengan kapasitas sekitar 600 TEUs dan diharapkan tiba pada kuartal I-2016. Perseroan sengaja membeli lebih banyak kapal bekas supaya bisa langsung dioperasikan.

Perseroan juga berniat untuk merambah bisnis sektor infrastruktur energi dengan mendukung program pemerintah untuk menyediakan kapasitas listrik sebesar 35 ribu mega watt (MW). Perseroan menyiapkan infrastruktur berupa shuttle tanker, floating storage, regasification barge, dan floating Storage Regasification Unit (FSRU) untuk program kelistrikan tersebut.

Bani mengatakan, perseroan terus melakukan review terhadap rute-rute pengangkutan dan mengeksplorasi rute-rute baru potensial. “Restrukturisasi juga termasuk perbaikan dari segi armada, sehingga pengangkutan bisa efisien. Selain margin kami menjadi lebih baik, penambahan rute-rute baru di luar negeri, seperti di Filipina, Kamboja, Thailand dan Asia Tenggara juga menambah pemasukan,” ucap Bani.

Sebelumnya dikabarkan, perseroan mendapatkan kontrak untuk penyediaan LNG untuk pembangkit listrik tenaga uap milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Pomalaa, Sulawesi Selatan. Adapun untuk pembangkit berkapasitas 2×30 Megawatt (MW) tersebut, Samudera Indonesia mendapatkan kontrak satu kapal penyedia LNG senilai US$ 70 juta.

“Untuk tahap awal masih 1-2 kapal yang disiapkan, tetapi bisa maksimal 6 kapal. Targetnya distribusi mulai awal tahun depan,” jelas Bani.

Sumber : beritasatu.com

Leave a Reply