Tahan Kapal Tanker Aris-13 Dengan 8 Kru, Perompak Minta Uang Tebusan

MOGADISHU (BeritaTrans.com) – Para perompak Somalia menuntut uang tebusan untuk pelepasan kapal tanker Aris-13 yang disandera bersama para awaknya. Pada Rabu (15/3),

Satuan Angkatan Laut Uni Eropa (UE) menyatakan ada delapan awak warga negara Sri Lanka yang masih disandera.Namun pihak keamanan UE tidak menyebutkan jumlah uang tebusan yang diminta.

Kapal tanker berbobot mati 1.800 ton itu dimiliki Armi Shipping, perusahaan yang terdaftar di Panama. Menurut kementerian transportasi Prancis, perusahaan itu dikelola oleh Aurora Ship Management di Uni Emirat Arab.

“Satuan Angkatan Laut UE telah menerima konfirmasi positif dari pemilik Aris 13, bahwa kapal dan awaknya saat ini sedang ditawan oleh sejumlah perompak bersenjata di pelabuhan pantai utara Puntland, dekat dengan Alula,” bunyi penyataan satuan.

Ahmed Eynab Mohamud, komisaris distrik kota Alula di Somalia yang menjadi kawasan semi otonomi Puntland, mengatakan bahwa para perompak telah membawa kapal Aris 13 ke dekat Alula.

Penduduk setempat, Salad Nur, yang dihubungi melalui telepon mengatakan banyak orang bersenjata menaiki kapal itu. Mereka adalah nelayan lokal muda, termasuk mantan perompak yang ikut membajak kapal.

Pada tahun 2011, perompak Somalia telah melancarkan 237 kali perompakan di lepas pantai Somalia. Mereka juga menyandera ratusan orang sandera. Pada tahun 2011, LSM Oceans Beyond Piracy memperkirakan kerugian global akibat perompakan mencapai nilai US$ 7 miliar.

Perompakan ini menjadi serangan pembajakan pertama kapal komersial sejak tahun 2012. Militer Somalia telah dikirim untuk membebaskan kapal tanker itu. Tetapi warga lokal menyatakan tindakan aparat keamanan tidak akan menghentikan perompakan. Para perompak akan menyalahkan pemerintah atas pemberian izin penangkapan ikan pada kapal-kapal nelayan asing.

(lia).

Sumber : beritatrans.com

Leave a Reply