Temas Line Bidik Pendapatan Rp 2,2 T

temas

Jakarta – PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line menargetkan pendapatan tahun ini senilai Rp 2,2 triliun, tumbuh 37,5% dibanding realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 1,6 triliun.

Direktur Keuangan Temas Line Ganny Zheng mengatakan, peningkatan pendapatan ini karena ada penambahan kapasitas angkut sebesar 25%. “Awal tahun ini kapal perseroan bertambah menjadi 25 dari 23 di tahun lalu. Ini merupakan pesanan kapal tahun lalu yang baru delivery tahun ini,” jelasnya kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini.

Adapun tiga kapal baru tersebut terdiri atas kapal dari China dengan kapasitas 380 TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit), sedangkan sisanya kapal besar bekas berdaya angkut 2.130 TEUs. Sehingga, kapasitas armada perseroan menjadi 282.510 dari tahun lalu 280.000 TEUs.

Menurut Ganny, tahun lalu ini perseroan berencana membeli 6 kapal baru dengan kapasitas 380 TEUs, sama dengan jumlah penambahan tahun lalu. Sebanyak Rp 475 miliar dihabiskan untuk pembelian kapal pada 2015.

Terkait belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini, perseroan masih menghitungnya dan akan mengumumkannya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar paling cepat April mendatang.

Ganny menjelaskan, mengenai outlook kinerja tahun ini, pihaknya mengaku optimistis akan bertumbuh karena dengan adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), yang akan mendorong daya beli masyarakat.

“Selain itu, pembangunan infrastruktur yang dipacu pemerintah sejak tahun lalu akan meningkatkan kebutuhan angkutan pelayaran,” ujar dia.

Ganny menyebutkan, perseroan akan menambah rute baru pelayaran di wilayah barat dan timur Indonesia pada kuartal I-2016. Dua contoh rute baru yakni menuju ke Bitung Sulawesi Utara dan Ambon Maluku. Perseroan juga siap menambah rute-rute lainnya untuk mendukung program anyar pemerintah yaitu tol laut.

Adapun Tempuran Emas menjalankan dua bisnis, jasa pelayaran dan jasa bongkar muat. Bisnis jasa pelayaran masih mendominasi pendapatan hingga 65,17% per September 2015.

Hingga Kuartal III-2015, penghasilan dan keuntungan Temas Line terbesar dari jasa pelayaran yakni mencapai 95% dari total pendapatan. Jumlah pendapatan dari jasa pelayaran mencapai Rp 1,13 triliun.

Sementara porsi jasa pelayaran terhadap laba bersih sekitar 86,7% dengan pencapaian laba bersih dari sektor ini Rp 200,59 miliar dari total laba Rp 231,32 miliar. Lalu pendapatan dari jasa dan bongkar muat mencapai Rp 205,99 miliar atau sekitar 17% dari pendapatan, dengan tingkat keuntungan bersih Rp 34,18 miliar. Namun perseroan masih membukukan kerugian dari segmen bisnis eliminasi yakni sebesar Rp 3,45 miliar.

Menurut riset CIMB Securities baru-baru ini, Temas Line merupakan salah satu emiten yang diuntungkan dari program maritim pemerintah terutama tol laut.

Temas Line adalah emiten pelayaran domestik khusus kargo keempat terbesar di Indonesia. Komitmen pemerintah memajukan sektor maritim dan menurunkan biaya logistik berdampak positif bagi perseroan, di mana per September 2015, beban jasa bongkar muat telah turun 14%.

Analis Bahana Securities, Harry Su, merekomendasikan saham Temas Line sebagai top pick untuk sektor pelayaran tahun ini.

“Perseroan memiliki armada yang memadai dan didukung ekspansi rute, yang bisa meningkatkan pendapatan dan laba bersih tumbuh double pada 2017. Resiko yang ada bagi perseroan adalah harga minyak global yang lebih tinggi,” imbuh Harry. (ian)

Sumber : beritasatu.com

Leave a Reply